Mengejar Surga Dunia Akhirat
Tujuan
utama manusia hidup di dunia adalah untuk mendapatkan apa yang telah dijanjikan
Allah untuk kehidupan abadi kelak, yaitu Surga. Untuk mendapatkan hal itu,
manusia berbondong-bondong ingin berbuat kebaikan. Berbagai cara dilakukan,
seperti menjalankan segala perintahNya, menolong orang lain, dan sebagainya.
Semua itu dilakukan semata-mata untuk menambah amalannya. Bahkan ada
amalan-amalan yang jika kita lakukan di dunia maka pahalanya tidak akan
terputus meski kita telah meninggal dunia. Amalan-amalan tersebut yaitu sedekah
jariyah, anak yang shaleh dan ilmu yang bermanfaat.
Mengetahui
hal itu, saya terdorong bercita-cita ingin menjadi seorang guru sejak Sekolah
Dasar. Saya melihat sosok guru adalah sebagai orang dan pekerjaan yang paling
mulia. Guru bukan hanya sebagai pengajar yang menekankan pada penguasaan
pengetahuan tertentu, tetapi guru juga sebagai pendidik yang berupaya membentuk
peserta didik dengan menanamkan sikap dan nilai-nilai karakter. Hal itu dilakukannya secara optimal agar kita
dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan
masyarakat. Maka tidak heran jika guru
mempunyai sebutan dengan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.
Ketika
SD saya berpikiran, dengan menjadi seorang guru maka saya dapat memberikan ilmu
yang bermanfaat yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus dapat
menambah amalan saya sampai saya meninggal dunia. Dengan begitu, saya dapat
mengejar surga dunia akhirat, pikir saya kala itu. Hal itulah yang menjadi
alasan utama saya memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNJ sebagai pilihan nomor satu dalam
pendaftaran jalur SNMPTN saat kelulusan SMA. Dan Alhamdulillah saya keterima
sebagai mahasiswa PGSD UNJ melalui jalur SNMPTN tersebut.
Saat
akan memulai perkuliahan, saya baru mengetahui bahwa program studi PGSD UNJ
mempunyai gedung tersendiri dan dapat dikatakan paling jauh dari kampus pusat
yang berlokasi di Rawamangun. PGSD UNJ berada di di Kampus E UNJ yang beralamat
di Jalan Setiabudi I nomor 1, Jakarta Selatan. Kampus PGSD ini benar-benar
berada di pusat Ibukota Negara Indonesia. Tingginya biaya hidup di pusat
Ibukota inilah yang menjadi alasan saya butuh beasiswa ini. Apalagi dengan
kondisi saya yang bertempat tinggal di pinggiran ibukota yang setiap hari harus
menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam untuk sekali perjalanan.
Dukungan
finansial dari orang tua saya pun sudah tidak bisa seterusnya mendukung
pendidikan dan kegiatan kampus saya. Diusia bapak yang sudah menginjak kepala 6
sudah tidak bisa lagi bekerja dikarenakan sudah berhenti masa jabatannya atau
dapat dikatakan sudah pensiun sejak setahun lalu. Ibu saya hanya seorang ibu
rumah tangga. Biaya kehidupan sehari-hari setelah bapak pensiun pun
mengandalkan uang pensiunan itu. Miris rasanya, dengan pendapatan pensiun yang
tak seberapa harus masih membiayai saya yang masih harus mengenyam bangku
pendidikan. Maka dari itu, saya ingin meringankan salah satu beban orang tua
dengan cara saya apply beasiswa Baituzzakah Pertamina. Semoga dengan cara ini saya
dapat mengurangi beban orang tua.
Tidak
hanya itu, untuk dapat membantu meringankan beban orang tua, saya bekerja
sebagai pengajar di bimbingan belajar yang berada di sekitar rumahku. Pekerjaanku ini bukan saja saya anggap untuk
menambah pemasukanku, melainkan menambah pengalamanku sebagai seorang pengajar.
Karna sejatinya pengalaman adalah guru yang paling berharga.
Sebagai
mahasiswa tugas saya tidak hanya kuliah-pulang kuliah-pulang saja. Tetapi
sebagai mahasiswa saya harus dapat mengaplikasikan sebagaimana dalam Tri Darma
Perguruan Tinggi, yaitu : Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
Sehingga lulus sarjana bisa lebih berkualitas, bukan hanya sekedar lulus dan
memperoleh pekerjaan yang hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi harus mampu membawa
Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Untuk mengembangkan diri, saya aktif
mengikuti organisasi yang ada di kampus yaitu, Badan Eksekutif Mahasiswa
Program Studi PGSD. Seperti yang saya ketahui, beasiswa Bazma Pertamina tidak
hanya membantu kebutuhan finansial saja melainkan menyediakan program-program
pengembangan diri. Maka dari itu, saya sangat ingin bergabung ke dalam Yayasan
Bazma Pertamina.
Rencana
jangka panjang saya setelah lulus adalah menjadi Guru Sekolah Dasar di daerah
saya dengan memiliki jabatan Pegawai Negeri Sipil. Hal ini merupakan dambaan
kedua orang tua saya yang menginginkan kelak anaknya ada yang menjadi seorang
PNS. Semoga hal ini dapat terwujud dan saya pun dapat membahagiakan kedua orang
tua saya. Jika Allah berkenan dan ada rezeki saya ingin melanjutkan studi S2
untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi yaitu menjadi Kepala Sekolah ataupun
Dosen PGSD bahkan memiliki sekolah atau lembaga pendidikan sendiri sehingga
dapat membuka lapangan pekerjaan. Dengan
bergelut di dunia pendidikan maka saya dapat ikut serta mewujudkan cita-cita
bangsa Indonesia yang sesuai dengan isi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
alinea 4 ayat 1 yang antara lain disebutkan “…memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa”. Untuk mencapai itu semua saya harus berusaha
semaksimal mungkin mengikuti perkuliahan dengan baik, menjadi mahasiswa cerdas
yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa serta diiringi dengan Do’a kepada Allah
SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar