Minggu, 08 Oktober 2017

Beasiswa Bazma Pertamina - Mengejar Surga Dunia Akhirat



   

                 Mengejar Surga Dunia Akhirat


Tujuan utama manusia hidup di dunia adalah untuk mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah untuk kehidupan abadi kelak, yaitu Surga. Untuk mendapatkan hal itu, manusia berbondong-bondong ingin berbuat kebaikan. Berbagai cara dilakukan, seperti menjalankan segala perintahNya, menolong orang lain, dan sebagainya. Semua itu dilakukan semata-mata untuk menambah amalannya. Bahkan ada amalan-amalan yang jika kita lakukan di dunia maka pahalanya tidak akan terputus meski kita telah meninggal dunia. Amalan-amalan tersebut yaitu sedekah jariyah, anak yang shaleh dan ilmu yang bermanfaat. 
Mengetahui hal itu, saya terdorong bercita-cita ingin menjadi seorang guru sejak Sekolah Dasar. Saya melihat sosok guru adalah sebagai orang dan pekerjaan yang paling mulia. Guru bukan hanya sebagai pengajar yang menekankan pada penguasaan pengetahuan tertentu, tetapi guru juga sebagai pendidik yang berupaya membentuk peserta didik dengan menanamkan sikap dan nilai-nilai karakter.  Hal itu dilakukannya secara optimal agar kita dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat.  Maka tidak heran jika guru mempunyai sebutan dengan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.
Ketika SD saya berpikiran, dengan menjadi seorang guru maka saya dapat memberikan ilmu yang bermanfaat yang dapat mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus dapat menambah amalan saya sampai saya meninggal dunia. Dengan begitu, saya dapat mengejar surga dunia akhirat, pikir saya kala itu. Hal itulah yang menjadi alasan utama saya memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar  (PGSD) UNJ sebagai pilihan nomor satu dalam pendaftaran jalur SNMPTN saat kelulusan SMA. Dan Alhamdulillah saya keterima sebagai mahasiswa PGSD UNJ melalui jalur SNMPTN tersebut.
Saat akan memulai perkuliahan, saya baru mengetahui bahwa program studi PGSD UNJ mempunyai gedung tersendiri dan dapat dikatakan paling jauh dari kampus pusat yang berlokasi di Rawamangun. PGSD UNJ berada di di Kampus E UNJ yang beralamat di Jalan Setiabudi I nomor 1, Jakarta Selatan. Kampus PGSD ini benar-benar berada di pusat Ibukota Negara Indonesia. Tingginya biaya hidup di pusat Ibukota inilah yang menjadi alasan saya butuh beasiswa ini. Apalagi dengan kondisi saya yang bertempat tinggal di pinggiran ibukota yang setiap hari harus menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam untuk sekali perjalanan.
Dukungan finansial dari orang tua saya pun sudah tidak bisa seterusnya mendukung pendidikan dan kegiatan kampus saya. Diusia bapak yang sudah menginjak kepala 6 sudah tidak bisa lagi bekerja dikarenakan sudah berhenti masa jabatannya atau dapat dikatakan sudah pensiun sejak setahun lalu. Ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga. Biaya kehidupan sehari-hari setelah bapak pensiun pun mengandalkan uang pensiunan itu. Miris rasanya, dengan pendapatan pensiun yang tak seberapa harus masih membiayai saya yang masih harus mengenyam bangku pendidikan. Maka dari itu, saya ingin meringankan salah satu beban orang tua dengan cara saya apply beasiswa Baituzzakah Pertamina. Semoga dengan cara ini saya dapat mengurangi beban orang tua.
Tidak hanya itu, untuk dapat membantu meringankan beban orang tua, saya bekerja sebagai pengajar di bimbingan belajar yang berada di sekitar rumahku.  Pekerjaanku ini bukan saja saya anggap untuk menambah pemasukanku, melainkan menambah pengalamanku sebagai seorang pengajar. Karna sejatinya pengalaman adalah guru yang paling berharga.
Sebagai mahasiswa tugas saya tidak hanya kuliah-pulang kuliah-pulang saja. Tetapi sebagai mahasiswa saya harus dapat mengaplikasikan sebagaimana dalam Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu : Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Sehingga lulus sarjana bisa lebih berkualitas, bukan hanya sekedar lulus dan memperoleh pekerjaan yang hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi harus mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Untuk mengembangkan diri, saya aktif mengikuti organisasi yang ada di kampus yaitu, Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi PGSD. Seperti yang saya ketahui, beasiswa Bazma Pertamina tidak hanya membantu kebutuhan finansial saja melainkan menyediakan program-program pengembangan diri. Maka dari itu, saya sangat ingin bergabung ke dalam Yayasan Bazma Pertamina.
Rencana jangka panjang saya setelah lulus adalah menjadi Guru Sekolah Dasar di daerah saya dengan memiliki jabatan Pegawai Negeri Sipil. Hal ini merupakan dambaan kedua orang tua saya yang menginginkan kelak anaknya ada yang menjadi seorang PNS. Semoga hal ini dapat terwujud dan saya pun dapat membahagiakan kedua orang tua saya. Jika Allah berkenan dan ada rezeki saya ingin melanjutkan studi S2 untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi yaitu menjadi Kepala Sekolah ataupun Dosen PGSD bahkan memiliki sekolah atau lembaga pendidikan sendiri sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan.  Dengan bergelut di dunia pendidikan maka saya dapat ikut serta mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang sesuai dengan isi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea 4 ayat 1 yang antara lain disebutkan “…memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. Untuk mencapai itu semua saya harus berusaha semaksimal mungkin mengikuti perkuliahan dengan baik, menjadi mahasiswa cerdas yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa serta diiringi dengan Do’a kepada Allah SWT.


Selasa, 13 Januari 2015

Penggunaan 10% Otak Manusia

Manusia Baru Make 10% Otaknya, gimana kalo 100%?

Hello, guys.. Bagi lo yang suka nonton, udah nonton film Lucy belum? Film yang baru rilis Juli 2014 lalu dibintangi Morgan Freeman dan Scarlett Johansson. Kalo belum nonton, lo bisa liat trailer-nya nih.
Jadi di film ini  diceritakan Scarlett berubah jadi super pinter, bisa belajar satu hal dengan super cepat, tau super banyak hal, super jago bela diri, sampe punya super power, kayak kemampuan telekinesis, menghentikan waktu, dsb.
Secara film, menurut gw pribadi nih, it's just another action-science fiction movie. Lumayanlah buat entertainment ngisi waktu luang. Apalagi kalo lo suka mantengin si seksi Scarlett beraksi di film action ;) Tapi, nih film bikin gw geregetan dan facepalm. Apalagi kalo lo ngefans sama Morgan Freeman plus tau sains juga. Lah emangnya kenapa?
Keseluruhan plot film ini berdasarkan pada premis bahwa kita baru make 10% dari total kapasitas otak kita. Dugaan gua sih cukup banyak dari yang baca tulisan ini juga masih percaya dengan premis ini. Beberapa diantara lo juga mungkin ada yang baru aja nonton Lucy, kemudian terbuai untuk berangan-angan kemampuan apa aja yang bisa lo dapetin kalo lo bisa make lebih dari 10% otak lo. Well, for the sake of science I've to say : "That's total nonsense!"

Lo tau ga sih kalo premis “rata-rata manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya” itu adalah salah satu miskonsepsi terbesar dalam Biologi, khususnya tentang otak.


Sangat keliru, tapi sangat populer. Entah kenapa otak sering banget jadi kambing hitam yang dikelilingi dengan banyak mitos, pseudoscience, dan miskonsepsi. Btw lo juga bisa lihat pembedahan zenius sebelumnya yang berkaitan tentang otak di artikel yang membahas tentang miskonsepsi otak kanan-kiri dan aktivasi otak tengah. Tapi gimana ceritanya kalo “manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya”?
Selama bertahun-tahun, banyak dokter, neuroscientists, dan jurnalis sains udah mencoba menerangkan dengan sabar ke siapapun yang mau mendengarkan bahwa ga ada satu pun basis saintifik untuk mitos otak 10% ini. Tapi mitos ini tetap aja hidup dan populer. Kok bisa sesuatu yang keliru banget bisa tetap populer begitu? Ayok lah kita bahas aja.

ASAL MULA MITOS OTAK 10%

Semua ini bermula dari misintepretasi temuan sains yang masih kurang lengkap seratus tahun lalu.
Pada awal abad ke-20, peneliti medis yang mempelajari otak binatang dan penderita stroke menemukan bahwa bagian otak yang berbeda mengontrol aktivitas yang berbeda pula. Misalnya bagian otak A ternyata berfungsi pada bagian tubuh tertentu, misalnya bibir, bagian otak B ternyata berfungsi pada bagian tubuh lain, misalnya jari kelingking tangan kiri, dsb. Metodenya adalah dengan mencoba memberikan kejutan listrik ke area otak tertentu untuk memetakan fungsi dari tiap bagian otak. Jadi mereka mau ngeliat nih, kalo gw sentrum yang sebelah sini, kira-kira ngaruh ke fungsi atau bagian tubuh yang mana ya. Oh misalnya, kalo gw kasih kejutan listrik ke saraf okulomotor di otak, kelopak mata gw bergerak.
Nah, dengan metode seperti itu, para saintis mencoba memetakan fungsi otak yang disetrum dengan efek rangsangan pada gerakan motorik (gerak) manusia. Hasilnya? ternyata hanya 10% bagian otak doang yang memberi respond ketika distimulasi dengan aliran listrik. Sedangkan 90% bagian otak yang lain, ga ada satu pun otot di tubuh yang bergerak atau berkedut sedikitSaintis pada saat itu melabeli 90% area tersebut sebagai silent cortex karena fungsinya BELUM diketahui. Inget, "belum diketahui" bukan berarti "tidak berfungsi sama sekali" yaah...
otak-10-%Sayangnya, orang-orang dari ranah non-sains pada saat itu mengira 90% area tersebut benar-benar dorman (ga aktif) permanen. Di sinilah miskonsepsi 10% otak itu dimulai. Mulai deh tuh premis ini bermunculan di buku-buku self help, motivasi, film (salah satunya film Lucy itu), sampe bermunculan juga program-program peningkat daya guna otak. Salah satu yang terkenal dan diduga menjadi buku pertama yang menggunakan premis ini adalah buku "How to Win Friends and Influence People” yang ditulis oleh Dale Carnegie pada tahun 1936. Buku ini jadi salah satu buku self-development yang best selling pula. Tapi yah emang bisa dimaklumi sih karena buku ini ditulis pada saat sains belum berkembang seperti ini, dan isi dari buku tersebut juga gak sepenuhnya membahas tentang konteks ini.
Selain itu, bahkan ada juga yang mengaitkan premis otak 10% ini dengan Albert Einstein., bahwa sebetulnya Einstein yang sejenius itu aja ternyata cuma menggunakan 10% dari otaknya. Ada juga yang bilang bahwa Einstein sendiri yang mengatakan hal itu. Entahlah gua juga ga tau juga kenapa ada klaim ngaco seperti itu. Mungkin karena Albert Einstein sering dipake sebagai simbol orang jenius, jadi sering dimanfaatkan juga nama besarnya. Akhirnya sih di tahun 2004, pencarian komprehensif terhadap arsip Einstein di Institut Teknologi California tidak menemukan bukti sama sekali kalo Einstein pernah melontarkan premis serupa.

SAINS TERKINI MENJAWAB MISKONSEPSI OTAK 10%

Ingat kah kalian pelajaran Biologi kelas 7 SMP atau kelas 10 SMA tentang Metode Ilmiah? Di sini kita belajar kalo sains terus berkembang dan harus selalu terbuka untuk difalsifikasi (dipatahkan) jika ada bukti dan data-data terbaru yang ditemukan atau dengan pemahaman baru yang lebih komprehensif. Jadi sains harusnya memiliki sifat auto-critic atau harus selalu bisa mengevaluasi kembali pemahamannya.
Nah, hal yang sama juga harusnya berlaku untuk setiap fenomena yang diklaim oleh saintis, termasuk penelitian tentang otak 100 tahun yang lalu. Peneliti otak jaman sekarang udah punya peralatan yang lebih canggih sehingga bisa mengambil kesimpulan yang jauh lebih tepat tentang pemetaan fungsi otak terhadap akvitias tubuh manusia. Untuk mengamati fungsi otak, kita udah punya fMRI, CT Scan, dan PET Scan, EEG, dsb yang hasilnya bisa diolah secara kuantitatif maupun grafis dengan sangat presisi di komputer. Pastinya beda banget sama jaman 100 tahun yang lalu, peralatan saintis kala itu cuma berupa jepit elektroda yang cuma bisa kasih kejutan listrik doang.
Dengan alat canggih yang kita punya sekarang, kita bisa mengobservasi aktivitas virtual otak (ga cuma aktivitas fisiknya aja), misalnya gelombang otak atau hormon-hormon yang bereaksi di otak. Keempat alat di atas bisa ngebantu para peneliti dan pekerja medis untuk mengetahui secara jauuuh lebih akurat bagian otak mana yang mengontrol kegiatan tertentu. Nah, dengan alat-alat canggih ini juga ditemukan bahwa ga ada tuh bagian otak yang dorman. 90% silent cortex itu juga punya fungsi, yaitu pusat kontrol kognitif manusia, seperti kemampuan berpikir dan menggunakan bahasa.
Ya pantas aja kalo 90% diberi sengatan listrik ga bikin satu pun otot di tubuh kita berkedut, toh fungsinya bukan buat motorik (gerak), tapi lebih ke fungsi yang tidak bisa diobservasi dengan kasat mata, seperti fungsi untuk bisa berpikir secara logis, untuk memahami bahasa verbal, atau untuk menangkap emosi orang lain. Yang begituan ya mana mungkin ke-detect sama alat eksperimen jaman dulu, yang cuma bisa melihat hasil stimulasi yang bersifat motorik (gerak) doang.
Memang benar kalo bagian otak yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda pula, dan ga semuanya bekerja dalam waktu yang bersamaan. Namun, hasil scan otak selama periode 24 jam, menunjukkan bahwa seluruh bagian otak kita pasti kepake dan terus aktif dalam satu hari. Pas lo lagi bengong dan nothing to do juga, otak lo masih bekerja. Bahkan saat lo tidur, bagian seperti frontal cortex, yang mengontrol kemampuan berpikir, self-awareness, dan somatosensory masih aktif. Makanya kalo lo tidur, lo bisa kebangun kalo dipanggil Mama buat disuruh beli belanjaan di Minimarket :p
Lagipula, kalo benar manusia selama ini bisa fine-fine aja dengan menggunakan 10% otaknya, berarti 90% nya dorman sia-sia gitu? Menggunakan perspektif evolusi, ini ga efisien banget. Otak itu konsumtif banget dalam penggunaan energi tubuh. Walaupun berat otak cuma 5% dibandingkan total berat tubuh kita, organ ini mengkonsumsi hingga 20% suplai oksigen dan glukosa dalam tubuh. Ngapain kita mempertahankan 90% bagian otak lain selama ribuan tahun evolusi kalo emang tanpa itu kita masih bisa beraktivitas dengan baik? Kenapa ga “dihilangin” aja?
Kenyataannya, kalo manusia cuma menggunakan 10% otaknya, kita akan rentan banget dengan kelainan otak. Ga ada satu pun area di otak yang kalo di-nonaktif-kan ga akan menimbulkan efek yang fatal. 90% dari otak ga aktif itu udah sama kali kayak orang koma. Kenyataan lo lagi baca tulisan gw sekarang adalah bukti kalo otak lo masih bisa bekerja 100% kok. Kalo ada 1% aja otak lo ada yang gak berfungsi, mungkin lo udah lumpuh atau sekarat, hehe..

KENAPA MITOS OTAK 10% MASIH POPULER?

Meskipun kini pengetahuan sains makin advanced, udah ada data-data dan pemaparan logika yang mematahkan mitos ini, tapi kenapa ya kok mitos ini masih populer aja?
Premis “manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya” seakan-akan memberikan pengharapan bahwa kita bisa lebih dari kita sekarang ini. Harapan kalo ada suatu jalan untuk mengembangkan potensi kita lebih jauh dari yang sekarang.
People love fairy tale. Lo mungkin masih sering tergoda untuk berangan-angan, “Mungkin ga ya laba-laba di film Spiderman itu nyata?”, “Beneran ga sih kalo gw kena sinar radioaktif, gw bisa jadi mutan kayak di X-Men?”, atau “Seandainya gw bisa maksimalin otak gw 100%, gw bisa masuk Harvard kali ya
Premis “manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya” memberi kita harapan kalo there’s so much more to unlock. Coba lo bayangkan kalo ada motivator atau sales program otak yang menawarkan ke lo, “Dengan mengikuti training aktivasi otak 90% kami, hanya dengan biaya 3 juta rupiah, dalam waktu 2 bulan, kamu akan dapat nilai rapor 100 semua, lulus SBMPTN, menguasai 5 bahasa, dan sebagainya dan sebagainya..
Kesannya mungkin konyol buat lo yang udah tau tentang miskonsepsi ini. Tapi bagi yang belum tau atau males nyari tau, ya bisa jadi itu tawaran yang sangat menggoda. Entah kenapa, banyak orang yang selalu tergoda untuk mendongkrak kemampuan kita dengan jalan pintas, apalagi kalau udah dibumbui bau sains, wah makin yakin aja tuh. Padahal yang bersangkutan sebetulnya belum bisa ngebedain yang sains beneran sama yang cuma pseudosains. (pseudosains: sok-sok pake istilah sains padahal ngaco secara sains)
Hal yang membuat miris adalah, banyak pseudosains dijual untuk mendatangkan profit. Sebetulnya hal ini gak perlu dikhawatirkan kalo aja masyarakat mau terus belajar, berpikir kritis, dan selalu mengkaji pengetahuan yang mereka dapetin. Tapi yah kemalasan masyarakat inilah mungkin yang membuat kenapa mitos ini tetap hidup dan populer. Bahkan terus direpetisi hingga menjadi bagian dari urban legend masyarakat kita. Jadinya ketika satu premis bisa mendatangkan duit, ya orang males lah menerima temuan baru atau mengubah belief-nya kalo malah menutup sumber duit mereka :p
Tapi tentu ada cara kan buat mengembangkan potensi kita? Ya tentu ada lah. Tapi mau potensi lo seperti sekarang vs. potensi lo nanti yang udah lebih berkembang , sama aja lo tetap menggunakan otak lo secara 100%. Potensi yang dimiliki Bill Gates dan potensi yang dimiliki gw sama-sama berdasar dari penggunaan otak secara 100%.
Trus gimana cara mengembangkan potensi kita? Ya kembali lagi seperti yang udah sering Zenius koar-koarin. Potensi dan achievement itu adalah resultan dari kerja keras dan semangat lo dalam meraih impian lo. Ga ada yang namanya shortcut. Mau lulus SBMPTN? Ya belajar kontinu dan efektif. Mau jago menggambar atau bela diri? Ya terus latihan dan evaluasi.
Lo bisa lanjut baca cerita Bahri yang gagal SBMPTN tahun lalu, tapi tahun ini berhasil masuk PTN impiannya, atau cerita Kinan yang bisa kuliah sampe ke Jepang, atau cerita para pelajar finalis Google Science Fair 2014 yang udah jadi penemu di umur remaja, atau cerita Glenn yang berhasil memoles kemampuan gambarnya dari so-so jadi keren banget. Tuh kan, udah banyak banget Zenius beberin. :)
Jadi sekarang kalo ntar masih ada teman lo yang masih percaya dengan mitos otak 10% ini, lo bisa jelasin kalo itu cuma miskonsepsi. Fakta bahwa mitos ini masih populer justru bukti bahwa manusia sepertinya baru mengerti 10% tentang otak kita.
Stay Awesome, Stay Critical!

Sumber :  https://www.zenius.net/blog/4984/otak-10-persen-manusia-mitos-miskonsepsi-debunk

Tips dan Trik Mengerjakan Tes TOEFL

Strategi dan Tips Sukses Mengerjakan Soal Tes TOEFL

Strategi dan Tips Sukses Mengerjakan Soal Tes TOEFL – Sebelum mengikuti tes TOEFL bahasa Inggris tentunya Anda sudah mempersiapkan diri terlebih dahulu. Gunakan sebanyak mungkin waktu yang Anda miliki untuk mempelajari soal-soal TOEFL sehingga nantinya bisa memetakan di mana letak kelemahan dan kelebihan. Pelajarilah soal-soal praktikal kemudian fokuskan diri pada materi tes yang menjadi kelemahan Anda.
Untuk dapat memaksimalkan skor TOEFL, Anda dapat membuat simulasi sendiri. Ciptakan suatu keadaan yang merepresentasikan situasi dan kondisi saat berlangsungnya tes TOEFL yang akan datang. Tes TOEFL PBT berlangsung selama 3,5 jam sedangkan IBT 4,5 jam. Menyepi dan kondisikan diri Anda sedang berhadapan dengan tes yang sebenarnya. Masing-masing sesi tes memiliki durasi sendiri. Gunakan sebagian waktu belajar untuk memahamai instruksi dan pola soal dalam contoh tes. Persiapan semacam ini akan menghemat waktu Anda saat mengikuti tes karena sudah tidak perlu lagi mempelajari berbagai jenis instruksi dan pola soal yang termuat dalam kertas soal.
Perlu juga diingat bahwa setiap peserta tes TOEFL sebaiknya berpakaian senyaman mungkin ketika mengikuti tes. Soal-soal tes yang Anda hadapi kemungkinan besar bukanlah soal-soal yang sederhana dan mudah. Jadi jangan menambah beban Anda dengan cara mengenakan pakaian yang merepotkan. Tidak hanya kesiapan mental dan matangnya penguasaan konsep tes yang dapat membantu Anda meraih skor tinggi saat mengerjakan tes TOEFL. Anda juga harus memiliki strategi-strategi jitu dan tips mengerjakan soal tes TOEFL untuk meraihnya.
Tips mengerjakan soal tes toefl
Sumber: salon.com
Simaklah tips-tips mengerjakan soal TOEFL baik TOEFL IBT maupun TOEFL PBT di bawah ini.

1. Tips mengerjakan soal tes TOEFL PBT

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Reading

Bacalah paragraf pertama dengan cepat untuk mendapatkan gambaran tentang gagasan utama. Anda dapat kembali ke setiap paragraf dan mencari informasi spesifik. Pertama-tama, mulailah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menanyakan tentang kosakata dan informasi rinci dalam paragraf. Setelah itu kerjakan pertanyaan yang menanyakan tentang gagasan utama atau yang meminta Anda untuk membuat kesimpulan. Anda akan menjawab 50 pertanyaan dalam waktu 55 menit.

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Structure / Written Expression

Pikirkan tentang cara yang paling sederhana dan paling jelas untuk mengekspresikan sebuah ide. Jika pilihan jawaban terdengar canggung atau terlalu rumit, kemungkinan besar jawaban itu salah. Gunakan penguasaan tata bahasa Inggris Anda untuk sesi tes ini. Anda memiliki waktu 25 menit untuk menyelesaikan 40 pertanyaan.

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Listening

Biasakan diri Anda dengan bahasa Inggris termasuk kosakata dan idiomnya. Itulah kunci penguasaan materi Listening. Praktekkan bahasa Inggris dalam keseharian Anda. Hal tersebut akan membantu untuk memahamai dan menguasai bahasa Inggris secara lebih baik. Sesi Listening terdiri dari 50 pertanyaan dengan waktu 30 sampai 40 menit.

2. Tips mengerjakan soal tes TOEFL IBT

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Writing

Dalam tes TOEFL IBT, tes Writing berlangsung selama 50 menit. Ada dua tugas yang harus Anda selesaikan. Tugas pertama, Anda diminta menulis secara independen selama 30 menit tentang sebuah topik. Tugas kedua. Anda memiliki waktu menulis selama 20 menit untuk menanggapi hal-hal yang Anda dengar dan baca. Anda harus bisa menggunakan keyboard untuk memasukkan tanggapan tadi. Tulisan yang Anda buat tidak harus sempurna secara gramatikal tetapi tetaplah untuk mengupayakan penggunaan pola struktur bahasa yang benar.

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Listening

Tes Listening berlangsung selama 60 sampai 90 meni. Anda akan menjawab 5 atau 6 set pertanyaan yang di dasarkan pada ceramah dan percakapan yang masing-masing berlangsung selama tiga hingga lima menit. Anda akan mendengar lebih dari satu aksen asli bahasa Inggris. Fokuskan pikiran Anda saat ceramah atau percakapan mulai diperdengarkan. Jangan sampai ada unsur-unsur luar tes yang menggelayut dalam benak dan pikiran karena akan berpotensi merusak konsentrasi Anda.

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Speaking

Selama tes Speaking, Anda akan diberi waktu 20 menit untuk merespon 6 soal. Dalam masing-masing soal, Anda memiliki waktu yang singkat untuk berpikir sebelum memberikan respon. Dua soal mengharuskan Anda berbicara tentang topik-topik umum di masyarakat. Sedangkan 4 soal lainnya akan disampaikan secara terintegrasi. Yang harus Anda lakukan adalah memberikan respon atas apa yang Anda dengar dan baca.
Buang jauh-jauh rasa gugup dan tidak percaya diri. Ide-ide dalam bendak Anda bisa saja buyar seketika dikarenakan faktor-faktor tersebut. Tetaplah tenang dan santai. Berikan respon dengan pilihan diksi yang tidak rumit dan menyulitkan diri sendiri.

Tips mengerjakan soal tes TOEFL Reading

Anda akan menerima daftar kosakata yang membantu Anda memahami kata kunci tertentu dalam tes membaca. Tes ini berlangsung selama 60 sampai 100 menit. Terdapat 3, 4, atau 5 paragaraf yang diambil dari buku-buku akademik. Tugas Anda adalah menjawab 12 hingga 16 soal berdasarkan isi masing-masing paragraf.

Sumber :  http://www.inggristalk.com/tips-mengerjakan-soal-tes-toefl/

10 Tips Menjadi Siswa Berprestasi



Mau tahu apa rahasia para pelajar berprestasi? Ini dia rahasianya:
1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

3. Jangan malu untuk bertanya.
Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

4. Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.
Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.
Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

6. Cukup istirahat, makan dan bermain.
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

9. Cari seorang pembimbing yang baik.
Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

10. Jangan suka mencontek teman.
Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.
Lakukan dan jangan tunda lagi!, karena kamu berada di jalur pelajar berprestasi.
Semoga berhasil …. wassalam

Sumber : http://dunianyaanakkita.blogspot.com/2010/10/10-tips-rahasia-menjadi-pelajar.html

Birrul Qodriyyah, Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu



YOGYAKARTA – Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran sekaligus penerima beasiswa Bidikmisi angkatan 2010, Birrul Qodriyyah, berhasil terpilih sebagai mahasiswa berpestasi UGM 2013. Mahasiswa asal Jetis, Bantul, Yogyakarta ini terpilih untuk mewakili UGM dalam kompetisi pemilihan mahasiwa beprestasi tingkat nasional Agustus Mendatang. Birrul, demikian ia akrab disapa, berhasil menyisihkan  22 mahasiswa berprestasi lainnya melalui seleksi Supercamp yang diadakan oleh komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) UGM dan Direktorat Kemahasiswaan UGM pada tanggal 19-21 April 2013 silam.

Keterpilihan Birrul menjadi mahasiswa berprestasi UGM tentunya tidak hanya didukung oleh prestasi akademik yang mencolok dimana hingga semester 6 ia memiliki IPK 3,74. Lebih dari itu, putri sulung dari pasangan Jawahir dan Siti Mujahadah Sholikhah ini memiliki prestasi di luar akademik. Setidaknya terhitung sejak tiga tahun kuliah ia pernah juara di 27 event perlombaan dalam berbagai kategori mulai dari lomba pidato, karya tulis, Musabaqoh Syarhil Qur'an, Musabaqoh Tilawah Qur'an hingga lomba baca puisi. Namun begitu Birrul mengaku hanya mengoleksi 20-an tropi saja di rumahnya. “Jika di hitung sejak SD saya sudah pernah juara 41 kali dalam perlombaan,” kata Birrul sumringah.

Perempuan yang berperawakan mungil yang sehari-hari mengenakan jilbab ini mengaku prestasi yang didapatkannya bukanlah prestasi yang perlu ia banggakan atau menambah daftar panjang curriculum vitae. Kok bisa?

Birrul bercerita, keikutsertaannya dalam mengikuti perlombaan didorong oleh niat untuk mendapatkan uang guna membiayai sekolahnya. Pasalnya, orang tuanya hanyalah buruh tani dengan penghasilan dibawah Rp 300 ribu sebulan sehingga mereka kesulitan membiayai sekolah dua anaknya. Pernah saat Birrul ingin melanjutkan sekolah ke SMP, ayahnya menjual perabot rumah, salah satunya mesin jahit milik mereka satu-satunya. “Tiap berangkat sekolah jarang diberi uang saku, kalau pun dikasih hanya Rp 100. Di kantin saya hanya bisa beli permen,” kenang Birrul.


Jarang Nonton Televisi

Rumahnya yang ada di Dusun Puton, Jetis Bantul dalam kondisi sederhana, tidak ada televisi di ruang tamu, perabotan, kursi tamu apalagi kendaraan bermotor. Yang paling mewah hanya sebuah seterika listrik. Pasca gempa 2006, kata Birrul, rumahnya sampai sekarang belum juga selesai direhab. Hampir semua lantai rumah beralaskan tanah, hanya lantai kamar untuk belajar yang sudah berlantai. “Itu pun cor semen kasar dan berisi satu meja agar kami berdua bisa belajar,” kata anak sulung dari dua bersaudara ini.

Kendati dari berasal keluarga kurang mampu, hidup pas-pasan, Birrul tidak pernah  patah semangat untuk menggapai mimpinya. Sadar jika orang tuanya tidak bisa berbuat banyak, Birrul justru ingin meringankan beban orang tuanya. Salah satunya  dengan cara mengikuti berbagai perlombaan. Siapa tahu menang dan hadiahnya bisa untuk ditabung. Kemampuan berpidato, Birrul berlatih dengan salah satu gurunya di SMA. Lomba Sari Tilawah ia belajar dengan ayahnya. Sedangkan kemampuan membaca puisi dan menulis ia dapatkan secara otodidak.

Kejuaraan demi kejuaraan selalu ia ikuti. Dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional ia lakoni. Hampir semua menang, uang hadiah tersebut lalu ia tabung untuk membiayai sekolahnya, membeli buku-buku atau membeli pakaian lebaran. Dari uang hadiah yang ia tabung sejak SD itulah akhirnya bisa membeli motor bekas setelah lulus SMAN 2 Bantul.

Selain sering menang lomba, Birrul juga langganan juara kelas di SMPN 1 Jetis Bantul. Sering juara kelas mendatangkan manfaat bagi Birrul. Beberapa orang tua mendatanginya untuk meminta ia mengajar les privat pada anak mereka. Sejak SMP, Birrul sudah mengajar les privat anak SD, begitu pun saat duduk di bangku SMA , setiap hari mengajar privat anak SMP.

Kebiasaannya mengajar privat berlanjut saat kuliah di UGM. Sehabis pulang kuliah, menjelang magrib, Birrul mendatangi anak didiknya mengajar les privat di tiga tempat sekaligus. Ia lakoni pekerjaannya ini tiga kali seminggu. Di sela itu, ia mengajar Taman Pengajian Al Quran (TPA) dekat rumahnya dan mengajar ekstrakurikuler PMR di sebuah sekolah swasta di kota Yogyakarta. Dari pekerjaan sampingannya mengajar les privat, Birrul mengaku mendapatkan tambahan uang honor Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu sebulan. “Bisa untuk menambah uang saku,” kata Birrul yang sejak kuliah sudah tinggal di asrama secara gratis yang dibiayai Dhompet Dhuafa.

Semenjak terpilih sebagai mahasiswa berprestasi UGM, Birrul kini kebanjiran undangan untuk mengisi acara seminar motivasi yang digelar himpunan mahasiswa di lingkungan UGM. Bahkan tidak jarang ia juga diundang untuk memberi motivasi di sekolah-sekolah untuk menularkan semangatnya bagaimana bisa sukses berprestasi meski berasal dari keluarga sederhana. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Sumber :  http://ugm.ac.id/id/berita/7835-birrul.qodriyyah.mahasiwa.berprestasi.dari.keluarga.kurang.mampu

Siswa Berprestasi

Rizal Siswa Penjual Gorengan Yang Berprestasi


1384281361243057900
Muhammad Rizal- doc Kompas.com/ I Nugraha

Yg terhormat para Admins dan Kompasianers, Ingat!!! ”Jgn pada Korupsi yaa”.
Setelah berjuang di tingkat Daerah, Provinsi dan kemudian menjadi juara kedua olimpiade sains Pelajar Tingkat Nasional, diselerenggarakan di Kota Malang Jawa Timur awal Nopember 2013. Prestasi yang diraih oleh Rizal, nama lengkapnya, Muhammad Rizal(17) tahun, siswa Kelas XII MAN Cipasung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Prestasi positif yang ditorehkan Rizal hendaknya menjadi contoh dan motivasi bagi Pelajar-Pelajar dikota lain, seiring maraknya perkelahian antar Pelajar bahkan sampai tingkat Mahasiswa, modusnya sudah meningkat mempergunakan Air Keras sangat memprihatinkan. Muhammad Rizal bukanlah dari kalangan orang berada (kaya), dengan kondisi ekonomi yang tidak memadai namun dia tetap berjuang untuk belajar dan melajutkan sekolah dan juga Rizal tercatat sebagai salah satu murid yang tak mampu/ miskin di sekolah tersebut, .
Pengakuan Rizal,(dikutip dari Kompas.com 11/11/2013), kalau saya lagi tak punya bekal untuk sekolah saya biasa berpuasa, untuk menutupi biaya sehari-hari, dia jualan gorengan/kue disekolah tersebut dengan keuntungan sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 dari hasil berdagang, jelas Rizal kepada sejumlah wartawan saat ditemui di sekolahnya. Lanjut Rizal, karena masalah biaya nyaris Rizal tidak bisa melanjutkan Sekolah ketika lulus dari SMP, nasib baik masih berpihak kepada Rizal saat itu, salah satu guru, juga ayah dari seorang temannya membantu memberi biaya untuk melanjutkan sekolah. Sebelum memiliki sepeda yang diberikan para guru, Rizal biasa berjalan kaki dari rumah kesekolah puluhan kilometer dan dia berterima kasih kepada Ibu Delis, juga karena atas bantuannya Rizal dapat melanjutkan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah MAN Cipasung, Dedi Sukardina menyatakan, walaupun terkendala ekonomi, Rizal tetap bersemangat dan mampu belajar secara optimal untuk berprestasi membuat bangga pihak sekolah. Harapan Dedi, pihak Pemerintah menaruh perhatian khusus kepada siswa berprestasi dan terkendala faktor ekonomi untuk membiayai siswa dengan prestasi tinggi agar dapat melanjutkan sekolah ketingkat berikutnya.
Semoga Muhammad Rizal menjadi motivator bagi pelajar dan Rizal-Rizal lain dinegeri ini, untuk meraih prestasi dengan segala kekurangannya, dan juga menyadari, selain persaingan hidup semakin ketat, disaat kemajuan bidang teknologi yang amat pesat sekarang ini menuntut sumberdaya manusia yang memadai. Satu bukti telah ditunjukan oleh Rizal, bahwa kemiskinan bukanlah penghalang seseorang untuk maju dan berprestasi, namun usaha, semangat, kemauan dan belajarlah yang menentukan.”Selamat untuk Muhammad Rizal”, siswa Kelas XII MAN Cipasung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Salam dari KSK…
Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/13/rizal-siswa-penjual-gorengan-yang-berprestasi-607420.html